Sejarah Musik islam

19 Jul

Menurut catatan sejarah (A. Hasymi, Sejarah Kebudayaan Islam), Pengaruh Islam dalam perkembangan musik dunia cukup besar. Di waktu itu ada 2 jenis musik: vokal dan musik instrumen.

Musik vokal melahirkan :qit’a (fragmen); ghazal (lagu cinta) dan mawl (lagu tentang keindahan)

Musik instrumen membuat terciptanya qasaba (nay), tabla (drum), duff (tamborin) dan qasa (cymbal)

Peradaban Islam masuk di Eropa melalui Spanyol dan Balkan, telah mempengaruhi perkembangan musik di Barat. Pada abad ke 8 misalnya, seorang pendeta Kristen, St Medrad Evangel, mencoba memasukan unsur musik Islam ke dalam musik gereja. Seabad kemudian masyarakat barat di spanyol mulai mengenal ritme dan metrum (pergantian naik turunnya suara secara teratur yang berasal dari Al Farabi abad 12), kemudian kaum birokrat Spanyol yang beragama Kristen mengembangkan jenis musik vokal troubadaour-musik yang dimainkan secara solo yang kemudian menjadi embrio folklore atau musik rakyat.

BEBERAPA TOKOH MUSIK ISLAM

1. Kemudian musik Arab mencerap unsur-unsur musik dari Persia dan Roma. Salah satu tokohnya adalah Said Ibnu Mashaj –Mekkah.

2. Penulis teori musik yang pertama di zaman Islam adalah Sulaiman (765) yang belakangan juga mempengaruhi pemusik Eropa.

3. Khalil bin Ahmad (wafat 791) orang pertama di zaman Islam yang memperkenalkan teori menuliskan irama musik dengan not balok.

4. Yahya bin Mansur Al-Mausuly, menulis teori musik, terutama not huruf dan teori dansa.

5. Ishak bin Ibrahim al Mausuly (wafat 850), berhasil memperbaiki musik Arab di zaman Jahiliah dengan sistem baru. Berkat kepiawaiannya, penulis kitab “Kitabul ilhan Ghanam” (Buku Not dan Irama) itu  kemudian mendapatkan julukan “Imamul Mughiyah”,”Raja Penyanyi”

6. Hunia bin Ishak (873), berhasil menyalin sejumalh teori musik karangan dua filsuf Yunani, Plato dan Aristoteles,”Problemata dan De Anima” . Ia juga menerjemahkan De Voce” karya Galen.

7. Filsuf besar al-Kindi (874) telah menulis tujuh buku tentang musik.

8. Tsabit ibnu Qurra (901), Muhammad ibnu Zakaria ar Razi (929) dan Qusta ibnu Luqa (932)

9. Al Farabi, ia adalah musisi yang handal dan teoritikus musik yang hebat, karya-karyanya banyak mempengaruhi perkembangan musik Barat.

Rasanya kalau membaca sejarah di atas beserta tokoh2 islamnya, kita jadi menyadari, bahwa Sejarah kita yang sekarang ini sebenarnya terputus, atau sengaja di putus.

Dan itu bisa dimaklumi sebab ketika Baghdad di hancurkan oleh Hulagu Khan, maka seluruh peninggalan2 Islam, Kitab2 ilmu yang dikembangkan oleh umat Islam, di hancurkan dan di tenggelamkan di sungai Tigris, sampai air sungainya menghitam karena lunturan tintanya.

Atau ketika keilmuan Islam berkembang lagi di Cordova, maka kemudian Spanyol / Andalusia di kuasai oleh orang-orang Nasrani lagi, kembali lagi dilakukan “pemutusan Sejarah” dan sampai sekarang ini sehingga kita merasa bahwa orang-orang dari Baratlah sebagai sumber ilmu, sumber filsafat, sumber pengetahuan,dll termasuk sumber asalnya segala macam alat musik dan ilmu musiknya pula..

DI INDONESIA

Zaman Wali sanga, musik dimanfaatkan untuk dakwah. Mereka menciptakan Macapat (puisi jawa yang dilagukan), Dandanggula, Maskumambang, Pangkur, Sinom, Asmaradhana,.

Termasuk lagu ilir-ilir (ciptaan Sunan Kalijogo), juga lagu-lagu ciptaan dari Pangeran Wijil I (turunan sunan kalijogo) yang meneruskan beliau sebagai seorang Pujangga.Tak ketinggalan salah seorang guru Sunan Kalijogo yakni Sunan Bonang, yang namanya diabadikan sebagai salah satu nama alat musik gamelan (Bonang)

Wali sanga pula yang merakit instrumen gamelan jawa lengkap dengan komposisi musiknya.

Atau mungkin anda ingat dengan beduk ketika seseorang itu mau adzan?

Adakah itu ada di jaman Rasulullah saw ?

ataukah itu adanya hanya di Indonesia ini saja ?

sejak kapan adanya beduk yang membawa nada-nada tertentu itu.?

tak.tak..taktaktakta….dung..dung…dungdungdung…he..he..

Dan kalau kita telusuri sejarah pendidikan agama Islam di Indonesia ini, maka kita akan tahu, di pesantren-pesantren sebelum era intervensi materi dari pemerintah,

istilah kita pesantren tradisional, maka kitapun mengenal pembelajaran kepada para santri-santri itu melalui syair-syair yang dilagukan untuk lebih memudahkan hafalah bagi mereka.(nadhom-nadhom)

Ada nadhom jaljalut sughro,

ada nadhom jaljalut kubro,

ada nadhom minhajul asfiya’

ada nadhom sholawat nabi, dll

Ingatkah kita cara menghafal sifat-sifat Allah ketika tahun 1975 an ? mereka mengajarkan menghafal dengan dilagukan, dan itu sangat memudahkan bagi kita yang diajari…

Kemudian di masa sekarang ini, mulailah warna musik tidak lagi menjadi batasan bagi seseorang untuk berkarya dan memuja Tuhannya, serta seringkali menjadi sarana dakwah yang “halus” yang kadang terselubung.

Jenis musiknya mulai gambus, musik Melayu, kasidah dan mulai juga sudah cukup lama, irama dangdut (Rhoma Irama), pop (Bimbo, Novia Kolopaking,dll), rock (Dewa), klasik, jazz, nasyid, musik tradisinal-modern (Kyai Kanjeng dan Ki Ageng Ganjur-Emha Ainun), termasuk orkestra (Dwiki Dharmawan dan Hadad Alwi)

Tuhan sudah menganugerahkan kepada manusia telinga sebagai alat, dan Pendengaran sebagai sifatnya…

dan bukankah Nabi Bersabda “Allohul Jamal Yuhibbul jamil” ?

“Alloh itu Maha indah dan Cinta kepada keindahan” ?

lalu, tidak sadarkan kita bahwa lagu-lagu dan irama-irama itu selalu kita dengarkan disetiap saatnya?

baik  itu kita mau maupun tidak mau, baik itu kita suka maupun tidak suka..

irama-irama kipas angin yang berputar,

nada-nada angin yang berhembus sepoi-sepoi,

suara-suara langkah-langkah kaki yang membawa not-not sendiri….

semoga kita termasuk orang yang bisa mendengarkan percikan keindahan ilahi..

bersambung

salam

huttaqi

http://www.huttaqi.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: